Mata terasa lelah mengeluarkan cairan darah, mulut terasa sulit tuk di katupkan, dan hati pun terasa terbelah saat mencium aroma kematian yang engkau pancarkan .
Engkau berjalan diantara pilar kesederhanan, kau taburkan aroma mawar kesejukan dan kan titipkan perjuangan dalam senandung kebisuan tuk menadai titik akhir perjalan kehidupanmu.
Kau pergi teman dalam taburan bunga keindahan, dan kau pergi dengan kalungan lingkaran kesucian.
Teman akan kah kita berjumpa pada akhir jalan penderitana dalam negri tidak berpri kemanusiananm, namun hanya sebuah kata dan duka yang bisa ku serakan tuk melepaskan akhir sebuah perjalanan.
Kini hayalah tingal sebuah kedukaan, akankah aku juga harus pergi dari negri tak berpri kemanusian tuk lari dari perjaungan namun bayangan-bayang kemenagan telah kau muculkan agar perjuangan terus diglorakan.
Selamat jalan teman, tidurlah dalam senyuman karna hari esok yang baik telah kau glorakan …..
Juni 17, 2008 pukul 3:46 am
waww sajaknya.. =)
lam kenal ya