Bayangan pajar pembebasan datang dengan tenang, meghampiri ku dikala malam, mata terpejam dengan mulut mengeram, dan hati bergetar penuh kebimbangan, akan kah kuhadapi ini….
Namun hati ku berbisik dengan nada lirih mengatakan akan kah engkau diam dikala negeri ini dalam duka, akan kah kau diam dikala para petani megeluh sengsanra dan akan kah kau tetap diam dikala manusia saling mendera…..
Aku masih saja terdiam dan mengeram tanpa kata dan dalam ketidak berdaya, waktu terus berlalu jam pun terus berputar dan ayam jantan pun berkokok, mata ku masih saja tepejam namun pikiran ku melayang merenungkan sebuah makna dimana aku saat ini berada, dan akankah pajar itu ada. agar kelak hidup kita tidak lagi dalam negri yang menohok kekelaman belaka