Ku berdiri Diantara batu keresahan dan tanah yang penuh dengan kemarahan, yang selalu menanti secercah sinar kebeningan, yang memacu langkah menuju perubahan, dinegri yang pimpin oleh raja dengan mengatas namakan peradapan menuju sejahteraan, di atas dalih keserakah dan kebiadaban belaka.
Dada terasa sesak jantung ku semakin bedetak keras dalam jebakan kegalauan, di alam negri penuh keserakahan dan kebiadapan. Kepala ku selau bertanya akan kemana aku berada ?, apakah ku akan mejalani hidup yang sama dengan DIA diatas dalih hasrat manusia ?, atau kah aku akan selalu berusahan memacukan tenaga menuju negri yang selalu menjujung tinggi keseimbangan jagat raya, demi keberlansungan seisi dunia ?, namun akan kah itu hanya imajinasi saja, yang menjadi dongen manusia, di negri yang selalu mendewakan nafsu serakah aja.
Akan kah ku harus menjadi bagian dalam struktur raja, yang akan mempengaruhi pemimpin alam jagad raya sehingga tercipta negri sejahtera, yang selalu menjujung tinggi keseimbangan dunia, demi keberlansungan seisinya. Namun itu hasrat prustasi belaka dalam negri yang hina bina, karna ku masih percaya pada sang raja.